Tema Bimtek
Bimtek Pelatihan Pengelolaan TJSL Berbasis ISO 26000 Terbaru Terpercaya
Bimtek Pelatihan Pengelolaan TJSL Berbasis ISO 26000 Terbaru Terpercaya
Banyak program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) instansi serta BUMN terjebak pada aksi karitatif tanpa dampak jangka panjang. Penggunaan kerangka kerja yang terintegrasi menjadi kunci utama agar alokasi investasi sosial terhindar dari temuan pemeriksaan audit BPKP. Mengikuti Bimtek Pelatihan Pengelolaan TJSL Berbasis ISO 26000 Terbaru membantu pengelola CSR merancang program strategis yang dapat dipertanggungjawabkan. Kerangka analisis ini memastikan setiap program pemberdayaan selaras dengan core business organisasi serta regulasi Permen BUMN yang berlaku.
Apa Itu Pengelolaan TJSL Berbasis ISO 26000
ISO 26000 merupakan standar internasional yang memberikan panduan tata kelola tanggung jawab sosial secara holistik. Berbeda dari standar ISO lainnya, ISO 26000 bukan merupakan sertifikasi, melainkan pedoman berbasis 7 pilar utama (core subjects). Integrasi ISO 26000 dalam TJSL mengubah fokus program dari sekadar pembagian bantuan fisik menjadi pembentukan ekosistem pemberdayaan berkelanjutan. Penerapan standar ini mempermudah instansi dalam menyusun Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang akuntabel.
-
Studi Kasus Brief: Sebuah BUMN sektor energi berhasil mentransformasi program bantuan tunai menjadi desa mandiri energi melalui pemetaan 7 pilar ISO 26000. Program tersebut menurunkan tingkat ketergantungan masyarakat hingga 70% dalam kurun tiga tahun.
-
Kesalahan Umum: Pengelola program sering hanya berfokus pada pilar keterlibatan masyarakat (Community Involvement) dan mengabaikan pilar tata kelola organisasi (Organizational Governance). Hal ini membuat program rawan konflik kepentingan.
-
Tips Praktis: Tentukan boundary (batasan) program TJSL menggunakan analisis materiality matrix agar alokasi dana tepat sasaran pada pemangku kepentingan yang terdampak langsung.
Tujuan dan Manfaat Pengelolaan TJSL Berbasis ISO 26000
-
Menyelaraskan strategi CSR dan TJSL instansi dengan standar internasional ISO 26000 serta regulasi nasional.
-
Meminimalkan risiko temuan auditor internal maupun BPKP melalui sistem dokumentasi dan laporan yang transparan.
-
Meningkatkan skor indeks persepsi publik dan kepercayaan stakeholder terhadap komitmen sosial organisasi.
-
Membimbing penyusunan indikator kinerja utama (KPI) dampaknya sosial yang terukur dan objektif.
-
Mendorong efisiensi alokasi anggaran investasi sosial agar tepat guna bagi pemberdayaan masyarakat.
Materi yang Dibahas dalam Bimtek Pelatihan Pengelolaan TJSL Berbasis ISO 26000 Terbaru
-
Prinsip Utama dan 7 Core Subjects ISO 26000 dalam Pengelolaan TJSL
-
Regulating Framework: Harmonisasi Kebijakan Kementerian BUMN dan Standar Internasional
-
Teknik Stakeholder Engagement dan Pemetaan Kebutuhan Masyarakat
-
Penyusunan Matriks Materiality dan Prioritas Program TJSL
-
Integrasi ISO 26000 ke Dalam Creating Shared Value (CSV)
-
Penyusunan Indikator Kinerja Utama (KPI) dan Target Dampak Program
-
Penilaian Risiko Social and Environmental Risk Assessment
-
Praktik Pembuatan Laporan Keberlanjutan Berstandar GRI dan ISO 26000
-
Simulasi Penyusunan Roadmap TJSL Berkelanjutan untuk Instansi
-
Evaluasi Pasca-Program dan Strategi Exit Mechanism Berbasis Bukti
Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan Ini
Program ini dirancang khusus bagi Tim CSR/TJSL, Unit Humas, Perencana Kebijakan, Sekretaris Perusahaan, serta Auditor Internal BUMN, BUMD, dan Instansi Pemerintah.
Dari Mana Narasumber dalam Bimtek Pelatihan Pengelolaan TJSL Berbasis ISO 26000 Terbaru
Narasumber berasal dari praktisi senior keberlanjutan, asesor ISO 26000 berpengalaman, serta konsultan TJSL yang menguasai regulasi tata kelola sektor publik.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apakah ISO 26000 memberikan skema sertifikasi formal untuk perusahaan?
ISO 26000 adalah panduan (guideline), bukan standar persyaratan seperti ISO 9001, sehingga tidak menerbitkan sertifikat melainkan diterapkan sebagai acuan tata kelola.
2. Mengapa BUMN dan instansi pemerintah perlu mengadopsi ISO 26000?
Standar ini membantu instansi memenuhi kriteria evaluasi dampak sosial yang objektif, transparan, serta diakui secara internasional oleh lembaga pengawas.
3. Apa perbedaan utama antara TJSL karitatif dan TJSL berbasis ISO 26000?
TJSL karitatif bersifat bantuan karitatif jangka pendek, sedangkan berbasis ISO 26000 menciptakan nilai bersama (shared value) yang terintegrasi dengan operasi organisasi.
Pastikan tata kelola investasi sosial organisasi Anda terlaksana secara akuntabel, terukur, dan transparan sesuai pedoman internasional. Ikuti Bimtek Pelatihan Pengelolaan TJSL Berbasis ISO 26000 Terbaru yang diselenggarakan oleh PENA Pusat Edukasi Indonesia. Dapatkan pemahaman mendalam melalui program Pelatihan dan Training interaktif berbasis studi kasus riil bersama para pakar keberlanjutan. Hubungi tim kami sekarang untuk pendaftaran dan konsultasi program!
Ikuti juga Bimtek Pelatihan Pengukuran Social Return on Investment SROI Terbaru Terpercaya
Metode Training TJSL BUMN Terbaru
Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:
- 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
- 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
- 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan
Pilihan Lokasi Kegiatan:
Bimtek dan Pelatihan ini dilaksanakan di Beberapa kota besar di Indonesia yang dapat direquest sesuai permintaan dengan menghubungi Tim kami.
Jadwal Kegiatan Kegiatan:
Untuk waktu kegiatan dapat menyesuaikan permintaan dari peserta.
Legalitas Lembaga:
- Notaris WENIKA PRIASTUTI AGUSTINI S.H., M.KN., sesuai salinan Akta Nomor 44 Tanggal 16 Mei 2025
- SK KEMENHUM RI NOMOR AHU-0040093.AH.01.01. TAHUN 2025
- NPWP PUSAT PELATIHAN INDONESIA: 1000-0000-0244-9111
- NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB): 2305250063339
- KBLI: 82302 -85500 -82301-70209-73100
Fasilitas Pelatihan CSR Berbasis ISO 26000
- Bahan Ajar Modul, Seminar Kit, Kuitansi Pembayaran Perpeserta, Sertifikat, Tas Kegiatan atau Jaket Kegiatan, Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan, Kartu Tanda Peserta dan Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Kontak Person Bimtek Pengelolaan TJSL ISO 26000
- Arie – Hp/Wa: 085242961361
- website : https://www.Bimtekpelatihan.com/